... Latar belakang tari remo...
 

membaca narasi
tari remo munali fatah memiliki ragam gerak yang sederhana sehingga mudah untuk dipelajarinya.

Latar belakang tari remo

           Sejarah dan awal lahirnya tari Remo tidak terlepas dari kemunculan ke tiga orang tokoh yaitu pak santik pak Amir pak pono dari daerah Ngasem kabupaten Jombang. Ketiga orang tersebut berkelana atau ngamen memperjuangkan kehidupan kesenian dengan cara mendemonstrasikan kemerduan suara yang diungkapkan dalam suatu lagu atau kidungan (berdendang sambil menari). Pak cantik mempunyai keterampilan musik mulut, pak Amir memainkan kendang dan pak pono mengenakan busana wanita disebut wedokan. Mereka ngamen dengan tujuan untuk mencari pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Pada masa itu disebut lerok ngamen. Namun sebelumnya disebut lorek karena ketiga pengamen tersebut berias dengan riasan yang sangat mencolok . setelah itu muncul tokoh besut. Besut melakukan gerakan yang diawali dengan kelengkapan membawa sajen kemudian melakukan doa keselamatan untuk alam semesta, penonton dan pelaku pertunjukan.  Aktivitas besut di pentas biasanya digunakan untuk warga masyarakat yang mempunyai hajatan seperti pernikahan khitanan dan melepas khaul. Kemudian ada pertunjukan sandiwara (ludruk) cak durasim yang penarinya melakukan gerakan gela-gelo dan kaki gedrug gedrug. Gerakan tersebut dalam pertunjukan sandiwara disebut tari Remo.

Latar belakang tari remo munali fatah

Tari Remo Munali adalah Tari Remo yang dibawakan dengan versi Cak Munali yang merupakan salah satu pengreman di Jawa Timur yang kebetulan beliau tinggal di Sidoarjo dan berkerja di kesenian ludruk RRI Surabaya.

Tari Remo Munali Fattah merupakan bentuk tari perkembangan dari Cak Munali yang awalnya adalah bentuk tarian remo putri karena mulanya Cak Munali adalah penari crossgender. Cak Munali belajar dan menyerap ilmu dari seminam pengreman yang ada pada tokoh ludruk yang bernama Cak Minin dan Cak Winoto terbentuklah tari remo dengan gaya dan versi lain ciptaan Cak Munali yang sering disebut Remo Munali Fattah (Wawancara dengan Tri Broto Wibisono, di STKW Surabaya pada tanggal 17 Februari

2020, diizinkan untuk dikutip). Cak Munali sebagai tokoh penari ngremo telah genap memiliki sikap dan sifat kesenimanan yang meliputi: teknik, yaitu sebagai seorang penari tidak diragukan lagi kemampuan oleh teknik gerak sesuai dengan tuntutan keindahan dan teknik koreografinya. Kepekaan rasa, selain rasa gerak dan rasa keindahan yang sebenarnya tidak terlalu berat untuk dikuasai, juga humanisme yakni rasa kemanusiaan yang dalam.

Gaya tari Remo munali Fatah merupakan salah satu gaya Remo surabayan dengan ciri khas karakter penjiwaannya tenang atau anteng, lugas, berwibawa.

Tari Remo munali Fatah menstrukturkan gerakan tari Remo ludruk dengan tujuan agar generasi muda dapat belajar dari Remo dan tidak kesulitan melakukan gerakan tari Remo tari Remo ketika disusun dengan struktur gerak yang jelas dan mulai dipertunjukkan secara lepas tidak terkait dengan pertunjukan ludruk maka disebut tari Remo bentuk penyajian lepas.


Fungsi dari Remo bentuk lepas di masyarakat :

1. Pendidikan : sebagai materi pembelajaran di sekolah, perguruan tinggi dan di sanggar tari.

2. Pertunjukan :

a. Hiburan : penyambutan tamu

b. solidaritas sosial: tampil massal secara umum c. identitas kelompok. 2 penyajian flashmob

d. kompetisi lomba dan festival

Mata kuliah : Literasi Digital

Nama kelompok :

Deby Yovita Rahelia (21020134025 )

Eva Ristiana (21020134056)

Inesa tsuroyya ( 21020134047)


Dosen pengampuh : Bapak Aditya Prapanca, S.T., M. Kom

Universitas Negeri Surabaya





  Go to top  

This article is issued from web site Wikipedia. The original article may be a bit shortened or modified. Some links may have been modified. The text is licensed under "Creative Commons - Attribution - Sharealike" [1] and some of the text can also be licensed under the terms of the "GNU Free Documentation License" [2]. Additional terms may apply for the media files. By using this site, you agree to our Legal pages [3] [4] [5] [6] [7]. Web links: [1] [2]